Minggu, 26 Oktober 2008

Bulan-bulan penuh maut,.....

Kendala yang dihadapi masyarakat Buya pada umumnya tranportasi laut yang jadi tumpuan satu-satunya jalur bebas hambatan, namun akan jadi bahaya bila musim selatan tiba dengan gelombang tinggi 2m bahkan lebih menghasilkan gelombang yang dasyat bahkan bisa menyebabkan kapal-kapal dalam istilah yang digunakan orang Buya yaitu kapal dari kayu yang mempunyai kapasitas 20 ton, yang digunakan angkut barang dagangan antar pulau. Deru gelombang yang memekakan telingga menjadi tembang kenangan, musim angin selatan yang datang pada awal bulan mei tiap tahunya berlangsung sampai Agustus,..Ini yang diharapkan masyarakat adanya tranfortasi feri yang cukup memadai, sedangkan Masyarakat buya pada umumnya mengunakan longbot dengan mesin 40 PK, dengan kemampuan penumpang 25 orang,1 ton barang hasil pertanian,..he ngeri jika gelombang datang rasanya takut untuk kesanana, 3 jam dilaut dengan terik matahari dan guyuran air hujan, jika udah turun kulit menjadi ladang garam asin,.. tidak perlu garam buat masak he, he...

Sabtu, 25 Oktober 2008

Karakter Siswa Kepulauan,....

Kecendrungan masyarakat pesisir yang kurang memeperhatikan faktor pendidikan putra-putri mereka, ada beberapah hal yang mempengaruhi pola pikir mereka yang cendrung pasif kurang menerima perubahan, yang membawa pola pikir mereka lebih maju. Cukup dari alam sudah menghidupi mereka baik dari hasil perkebunan maupun perikanan bisa mereka dapatkan dengan mudah meskipun hasil mereka cukup sekedar untuk makan. Dampak kemajuan IPTEK tidak begitu berpengaruh bagi orang tua maupun siswa dalam belajar. Pola pikir pragmastis yang tertanam membuat mereka malas untul lebih maju dan bersaing dengan pendatang dari luar daerah. Faktor kurtur sosiologi masyarkat yang masih mengakar dalam masyarakat baik budaya dan adat istiadat mereka, pola pertanian yang tergantung dari alam belum tersentuh kemajuan teknologi pertanian,..Sifat gotong royong baik antar marga dalam kampung sangat kental, namun tidak diiringi sifat untuk maju, hal ini bisa dilihat dari hasil pembangunan sampai sekarang ini masyarakat cendrung menunggu dari atas terasa sekalih tidak ada partisipasif masyarakat secara swadaya membanguan daerah secara terpadu. Sehingga daerah pesisir ini tetap tertinggal dengan daerah pesisisr lainnya, baik sarana dan prasarana darah masih sangat tertinggal, eh 68 merdeka negeri ini masih belum ada listrik, jalan raya, apalagi mobil,...Ayo bangkit bersama bersinergi memanfaatkan potensi sumber-sumber yang bisa diperdayagunakan,...Coklat melimpah masih belum bisa diproduksi,...sebagai daerah hulu, kopra melimpah belum ada pabrik,... Air limbah kelapa melimpah, bisa dimanfaatkan untuk nata de coco,..siapa yang mau Investasi,..Arang tempuang bisa diproduksi, siapa yang mau beli, inilah gambaran potensi, untuk listri ada dua sumber air terjun yang tidak pernah kering sepanjang mass, ayo siapa yang mau investasi membangun negeri bagian timur ini.  Siswa Pada umumnya kurang bersemangat dalam pendidikan, ya kalaupun ikut dalam kelas sekedar datang ini lah yang memjadi tantangan para guru bagaimana merubah pola sikap siswa yang kurang motifasi dalam belajar, ditunjang sarana dan fasilitas apa adanya, mutu dan kwalitas dari output pendidikan ini sangat dipengaruhi dari individu peserta didik yang mempunyai sikap iangin maju pola pikir terbuka, mau berubah, kesiapan Pendidik, sarana fasilitas pendidikan yang memadai untuk berlasungnya proses belajar mengajar, lingkungan masyarakat ortu, ini juga sangat berpengaruh jika masyarakat tidak memberikan dukungan dalam proses belajar mengajar ini tidak bagus, siswa juga bagian masyarakat dia juga belajar bermasyarakat,.

Kamis, 23 Oktober 2008

Kondisi Realita SMKN 1 Mangole Selatan,..antara harapan ....

SMK N1 Mangole Selatan, letak geografis berada di P.Mangole bagian selatan tepatnya di Desa Buya sebagi kota Kecamatan Mangole Selatan dengan latar belakang sekolah G. Buya dan perkebunan Coklat dan kelapa yang menghasilkan cukup banyak devisa, Antara harapan dan kecamasan masyarakat dalam hal ini pembangunan gedung belum selesai dibangun, sementara masih mengunakan Gedung pertemuan desa. Dari SMU beralih ke SMK pertanian dan perikanan dengan melihat hasil pertanian perkebunanCoklat dan kopra sebagi tumbuhan hidup masyarakat sebagi tambang mas hijau yang tidak akan pernah berkurang karena sumber daya ini merupakan primadona daerah, diharapkanya alumninya mampu mermperdayakan hasil pertanian dengan optimal namun apa daya guru bidang studi yang mengampu mata diklat tersebut tidak ada, sebagai mana juga jurusan perikanan juga sama maka jurusan ini dilikuidasi. Buya kota kecamatan yang masih butuh bnayk sentuhan tangan-tangan trampil untuk mengelola hasil bumi dengan baik yang melimpah. Kota kecamatan sebagaimana juga kota kepulaunan yang jauh dari deras arusnya pembangunan dengan kota-kota di Jawa sangat-sangat tertinggal baik sektor sarana dan prasana, pendidikan sama dengan jawa tahun 60 an, perekonimin, kesehatan, sanitasi kesehatan, penerangan listrik juga tidak dinikmati masyarakat, sarana informasi dan telekomunikasi menjadikan Buya area black holl alias tidak ada sinyal,... ui ui udah merdaka 68th tidak ada listrik, tidak ada jalan raya, tidak ada dokter, guru juga sangat kekurangan, siapa yang bertangung jawab atas semua ini?...