Rabu, 17 Juni 2009

Selamat siswa SMKN 1 Mangoli Selatan

Lulus bukanlah suatu kebanggan, apapun cara digapai untuk memperoleh selembar kertas ijazah, semoga menjadi insan yang mulia dan bisa melanjutkan keperguruan tinggi, Lulus seratus persen bukan mustahil bukan sulap bukan sihir ua harus dengan pengorbanan dari minimnya fasilitas dan sarana pendukung siapa percaya dalam keadaan yang serba kekurangan siswa-siswi smkn 1 mangoli selatan lulus 100%
Selamat siswa-siswi smkn 1 mansel
selamat juga staf pengajar yang telah rela berkorban untuk kemajuan anak bangsa dari segala keterpurukan,.......salam dari timur jauh buat anak Bangsa

Jumat, 05 Juni 2009

Sukes Tidak Jadi Guru Kontrakan Lagi

Dengan Adanya tes CPNSD dari beberapa guru kontrak yang ikut masuk lolos menjadi CPNSD daerah kepulauan Sula Semoga lebih bersemangat untuk mengabdikan Ilmu yang dimilikinya untuk kemajuan pendidikan wilayah timur, yang sangat tertinggal , selamat Buat de Aisyah di waitina, Ida Sasongko di waiboga, Titis di Baleha, bu Siska di Dova, Reni di Fala dan yang tidak bisa disebutkan. Semoga dengan ketulusan pengabdian untuk membangun daerah yang tertinggal, he he jagan cepat-cepat minta mutasi ya he he, oh lupa buat Zaenal dan pak Agus Yang terbang ke Ambon semoga tetap aman dan kondusif untuk melaksanakan tugas dengan istikomah.

Buat teman teman yang masih belum diangakat ataupun terganjal dengan peraturan birokrasi ya sabar ya semoga pintu-pintu riski tetap terbuka dan dilapangankan dada, selamat berjuang,,,, sobat semoga tetap istiqomah dan sabar...... amin

Senin, 01 Juni 2009

Penantian Kelulusan yang mencemaskan

Lulus tidaknya siswa sangat mempengaruhi kridibelitas sekolahan dan pandangan masyarakat juga yang masih primitif, tentang layak tidaknya seorang siswa bisa lolos ujian khususnya didaerah pesisir dan daerah terpencil ini sangat mencemaskan guru dan orang tua yang kurang siap menerima ketidak lulusan anaknya, sehingga berbagai kekewatiran yang dialami oleh beberapa orang guru kontrak akibat kesalapahaman orang tua dan siswa yang tidak konsisten dengan predikatnya sebagai siswa harus belajar, juga kemampuan mereka yang rendah ditunjang sarana dan prasarana yang kurang memadai. Dengand alih apapun mereka harus lulus meskipun diatas kertas mereka dibawah kemampuan rata-rata.

Opini sebagai mana yang ditayangkan siswa uan guru yang ujian ya ada apa dengan dunia pendidikan kita ini, apakah layak seorang guru yang mempunyai kemampuan atau bahkan telah tersertifikasi namun dengan kondisi lingkungan sekolah tidak memungkinkan untuk menerapkan KTSP, atau program lain sementara sarana dan fasilitas kurang memadai ini lah yang menjadi tanda tanya besar jika benar-benar diadakan pengawasan dengan seksama maka untuk daerah pedalaman atau terpencil ini tingkat kelulusan yang sangat besar 95 - 100 %, jika dibandingkan dengan daerah jawa atau daerah-daerah yang lain.