Senin, 01 Juni 2009

Penantian Kelulusan yang mencemaskan

Lulus tidaknya siswa sangat mempengaruhi kridibelitas sekolahan dan pandangan masyarakat juga yang masih primitif, tentang layak tidaknya seorang siswa bisa lolos ujian khususnya didaerah pesisir dan daerah terpencil ini sangat mencemaskan guru dan orang tua yang kurang siap menerima ketidak lulusan anaknya, sehingga berbagai kekewatiran yang dialami oleh beberapa orang guru kontrak akibat kesalapahaman orang tua dan siswa yang tidak konsisten dengan predikatnya sebagai siswa harus belajar, juga kemampuan mereka yang rendah ditunjang sarana dan prasarana yang kurang memadai. Dengand alih apapun mereka harus lulus meskipun diatas kertas mereka dibawah kemampuan rata-rata.

Opini sebagai mana yang ditayangkan siswa uan guru yang ujian ya ada apa dengan dunia pendidikan kita ini, apakah layak seorang guru yang mempunyai kemampuan atau bahkan telah tersertifikasi namun dengan kondisi lingkungan sekolah tidak memungkinkan untuk menerapkan KTSP, atau program lain sementara sarana dan fasilitas kurang memadai ini lah yang menjadi tanda tanya besar jika benar-benar diadakan pengawasan dengan seksama maka untuk daerah pedalaman atau terpencil ini tingkat kelulusan yang sangat besar 95 - 100 %, jika dibandingkan dengan daerah jawa atau daerah-daerah yang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar